BI Sumbar: Penguatan Dolar AS Juga Berdampak Positif Bagi Ekonomi

Radar Sumut, PADANG – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan kenaikan nilai dolar AS hingga Rp16.000 juga menjadi dampak positif bagi perekonomian.

(Kamis (18/4/) 2024) bahwa tidak semua pelemahan rupiah atau penguatan dolar AS akan berdampak pada perekonomian Indonesia, termasuk Sumbar.

Endang menjelaskan, apresiasi mata uang AS sebenarnya bermanfaat bagi eksportir. Sebab, eksportir dalam negeri akan menggunakan rupee sebagai biaya produksi

Sedangkan pedagang di luar negeri bertransaksi menggunakan dolar Artinya, jika dikonversikan ke rupee, eksportir mendapat selisih lebih besar dari sebelumnya.

Jadi eksportir kita diuntungkan dengan nilai tukarnya,” jelas Endang Kurnia Saputra.

Khususnya di Sumbar, Endang memperkirakan pertumbuhan ekonomi ekspor akan stabil pada tahun 2024, khususnya minyak sawit. Oleh karena itu, nilai tukar dolar yang kuat berdampak positif terhadap iklim ekspor wilayah Minang.

Bei D.K. Mantan wakil kepala kantor perwakilan Jakarta ini mengatakan, hal ini berarti pendapatan eksportir akan meningkat.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Sugeng Ariento menyebutkan nilai ekspor Rana Minang pada Februari 2024 mencapai $159,43 juta atau sekitar Rp2,5 triliun. Angka tersebut meningkat 19,16 persen dibandingkan ekspor Januari 2024

Komoditas ekspor terbesar pada Februari 2024 adalah minyak dan lemak hewani/nabati yaitu sebesar USD 123,42 juta atau Rp 1,9 triliun. Kemudian muncul kelompok bahan nabati Rp

Ekspor India menyumbang 30,96% dari total ekspor Sumbar selama Januari-Februari 2024, kata Sugeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *